Social Icons

Showing posts with label resume. Show all posts
Showing posts with label resume. Show all posts

Friday, August 23, 2013

Resume 23 Agustus 2013 (Haidar Asyraffauzan)

Hari ini kami melanjutkan acara oskm itb dengan acara seminar dan defile unit-unit di gedung sabuga. Tetapi sebelum itu, kami dikumpulkan terlebih dahulu di lapangan sorga untuk membuat tulisan ‘#untukindonesia’. Akhirnya beres deh setelah kurang lebih 1 jam membuat tulisan itu walaupun hasilnya belum maksimal. Setelah itu kami dimobilisasi ke gedng sabuga untuk memulai acara defile unit-unit. Unit di itb terbagi ke dalam 6 rumpun yaitu media, agama, olahraga dan kesehatan, kesenian, pendidikan, sama saya lupa satu lagi, yang ada pramukanya. Jumlah unit di itb ada sekitar 80 dan bisa nambah lagi (katanya). Setelah defile, kami shalat jumat di gedung sabuga itb. Walau tempat tersebut kecil, tapi sholat jumat berlangsung dengan cukup baik.
Lalu kami kembali ke auditorium untuk memulai acara seminar yang di-mc-i oleh Maria Selena. Pembicara pertama adalah Pak Gita Wiriawan, menteri perdagangan sekaligus katua PBSI. Beliau membicarakan seputar permasalahn ekonomi di Indonesia. Tetapi sebelum itu, beliau membicarakn tentang pentingnya bermimpi dan berusaha. If you want it, get it, begitu kata beliau. Artinya adalah kesuksesan seseorang tergantung sejauh mana kita menginginkannya dan berusaha mendapatkannya, biar Allah yang menetukan hasil akhirnya.
Fakta membuktikan bahwa negara islam di dunia hanya menempati rata-rata 9% dari kue ekonomi dunia. Itu menunjukkan bahwa pertumbuhan ekoomi di negara islam belum berkembang secara pesat. Untuk itu, kita harus mengedepankan pluralisme tapi juga bukan  menghilangkan potensi dan kekayaan daerahnya. Contoh yang paling mencolok sekarang ini adalah Korea Selatan.
Setelah itu, pembicara dilanjutkan oleh kak Indra Hidayat dari WANADRI. Beliau membicarakan seputar kekayaan alam Indonesia. Dari sekian banyak pulau yang Indonesia miliki sekarang, sekitar separuhnya belum dijeljahi dan masih dalam keadaan perawan. Padahal potensi sumber daya alam di daerah tersebut masih alami dan asri.
Pemateri selanjutnya adalah ibu Tri Mumpuni. Beliau membicarakan seputar integritas  dan kompetensi alumni itb untuk kesejahteraan bangsa. integritas menurut beliau terdiri dari pengetahuan dan perasaan, karena jika kita hanya mengedepankan pengetahuan tanpa perasaan, itu akan menjadi tidak tercapainya kesejahteraan. Banyak potensi SDA di Indonesia yang belum di maksimalkan seperti yang diatas. Kesejahteraan masyarakat juga harus mengikuti rasa empati.
Pembicara terakhir adalah pak Saska yang mengulas seputar riset indienya. Riset indie adalah riset yag didirikan secara individual dan menjadi sebuah usaha yang baik. Sebagai contoh, pak Saska telah membuat riset:
·         Project polaroid                                : yaitu eksperimen dengan kamera dan film polaroid dan meng- sharenya ke jejaring sosial dan internet
·         Project Animatronic        : yaitu proyek mengcover robot dengan topeng menyerupai bentuk yang asli, contohnya alien. Pak Saska sudah pernah membuat proyek tersebut dan robot itu telah dipakai pada acara kickfest tahun 2011
·         Project Angkot Day         : proyek ini masih dalam tahap pembuatan, yaitu membuat seluruh angkot trayek Kalapa-Dago lebih tertib, aman, nyaman, tidak ngetem, dan gratis. Proyek ini akan diadakan pada tanggal 20 September 2013.
Menurut pak Saska, kita harus banyak belajar dan bergaul dengan banyak orang, karena bisa saja teman kita itu yang memberikan proyek kepada kita selaku sahabatnya. Dan juga kita harus memulai suatu hal dari kecil, dan jangan putus asa jika gagal, karena tidak ada yang instan, mi instan juga perlu cara.
Setelah itu kami dimobilisasi kembali untuk melaksanakan sholat isya. Setelah sholat, kami berkumpul dengan kelompok masing-masing untuk persiapan pulang dan pulanglah kita. Sekian, terimakasih dan salam olahraga.

HAIDAR ASYRAFFAUZAN
16313045

Resume 23 Agustus 2013 (Julivius Caesar)

Hari ini bangun pagi-pagi lagi, pada pukul 05.50 diharapkan seluruh mahasiswa baru telah berkumpul di perpustakaan. Saya sendiri tidak tahu kapan tepatnya saya mencapai perpustakaan, sebab sebelum mencapai perpustakaan bahkan sebelum masuk gerbang sbm kami sudah membentuk barisan, kami dimobilisasi menuju saraga melalui terowongan taman sari. Sesampainya di saraga, kami berkumpul dengan barisan masing-masing. Di sana dapat dikatakan kami disuguhkan drama yang awalnya terlihat nyata, mengapa saya bilang awalnya, karena para panitia melakukan hal-hal yang aneh seperti memeriksa barang bawaan dan ingin ‘menghukum’ kami dimana sebelumnya belum pernah terjadi. Sempat berpikir juga apa yang akan menjadi hukumannya dan ternyata eh ternyata ‘hukuman’ itu hanya tipuan belaka, dan secara mengejutkan para panitia mengajak kami senam. Jujur bagi saya, senam itu sangat di luar dugaan.
            Oke, jadi setelah senam kami segenap angkatan mahasiswa itb 2013 berbaris membentuk #Untuk Indonesia yang memakan waktu yang cukup lama. Acara-acara lainnya telah menunggu untuk diikuti oleh para peserta. Yang pertama adalah pengenalan K3L dilanjutkan defile OHU (semacam trailernya OHU) dan terakhir seminar. Seminar ini sendiri mengundang moderator Maria Selena dan  pembicara-pembicara wah seperti menteri perdagangan, Gita Wirjawan lalu Wanadri organisasi dari tim penakluk seven summits dari Indonesia, dan ada pula ibu Tri Mumpuni sebagai pemberdaya listrik yang dianugerahi Ashden Awards 2012. Oh iya, hampir ketinggalan ada satu pembicara lainnya berasal dari Riset Indie bernama Saska. Agak bingung juga mau gimana ceritainnya (NB: sesi seminar Pak Gita Wirjawan sempet ketiduran sebentar)

            Sekian dari saya, mohon maaf bila ada kesalahan kata. Terima kasih.

Resume 23 Agustus 2013 (Ainun Ahmad)

Yo yo yo, gak kerasa udah kamis lagi nih. Tanggal 23 Agustus 2013 ini merupakan h-1 sebelum clossing OSKM 2013 (gak kerasa cepet banget waktu berjalan, huhu) dan hari ini hampir sepanjang hari kita berada di daerah sabuga, dan mayoritas di isi oleh seminar yang di isi 4 pembicara, ada menteri perdagangan pa Gita Wiryawan, temen temen dari Wanadri, cerita dari ibu trimumpuni, dan diakhiri dengan share pengalaman dari bro saska

pa Gita Wiryawan mengisi materi tadi dengan cara yang menyenangkan. Isi materinya menitik beratkan pada “Semangat Berkemahasiswaan Berdasarkan Kearifan lokal” pa gita pun juga banyak membahas mengenai keadaan ekonomi yang ada di indonesia dan beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk memajukan perekonomian Indonesia beberapa tahun kedepan

Teman Wanadri membahas mengenai keberadaan alam yang ada di Indonesia, baik keanekaragaman hayati, keberadaan gunung gunung di Indonesia, Ring of Fire, 92 pulau terdepan di Indonesia (92 pulau yang berada di paling ujung negara Indonesia), karst, dan masih banyak lagi. Dan teman teman Wanadri punya do’a yang sangat bagus nih, yakni

Tuhanku
jangan matikan kreativitas kami
jangan lumpuhkan akal sehat kami
jangan lemahkan rasa kemanusiaan kami


Lalu, ibu Trimumpuni bercerita mengenai pengalamannya menjelajahi pelosok pelosok desa yang ada di Indonesia, dan ternyata masih terdapat 33.000 KK yang bahkan belum menikmati keberadaan listrik. Bu Trimumpuni berpesan pada kita bahwa mahasiswa harus punya integritas. Indonesia punya SDA yang amat sangat melimpah, tapi kebanyak yang memilikinya adalah perusahaan asing, bahkan warga sekitar tidak mendapatkan rezeki dari kelimpahan SDA tersebut, terlebih lagi fakta bahwa yang bekerja di perusahaan asing itu adalah lulusan mahasiswa Indonesia, sungguh amat disayangkan. Seharusnya lulusan mahasiswa Indonesia itu haruslah punya Integritas tinggi pada bangsanya, kita harus memiliki rasa cinta nasional dan kepedulian sesama

lalu seminar yang terakhir diisi oleh kang Saska, beliau adalah seorang lulusan elektro itb 2003. Saat ini beliau selain giat bekerja, beliau juga mencurahkan sisa energinya kepada suatu komunitas yang ia buat sendiri yang di sebut RisetIndie. Selain itu kang Saska juga mensharekan beberapa pengalamannya, dia menjadi sesukses sekarang karena telah melalui berbagai rintangan dan usaha. “Mungkin temen temen tidak harus bernasib sama denganku, tapi temen temen haruslah punya ceritanya sendiri” yup, itu lah kata kata yang hampir selalu beliau ulang selama beliau mengisi seminar, beliau juga berkata “tidak peduli unit apa yang temen temen ikuti, kegiatan apa aja yang temen temen pilih, tapi jadikanlah pilihan itu sebagai bagian dari cerita temen temen”

Resume 23 Agustus 2013 (Isni Rofiani)

Hari ini, kita disuruh kumpul pukul 5.50 di Perpus Pusat dengan dresscode yang agak berbeda yaitu atasannya boleh pake baju bebas tapi tetap sopan. Setelah itu, kita dimobilisasi ke Saraga (Sasana Olahraga Ganesha) di sana kita kumpul sesuai kelompok masing-masing. Terus kita di suruh tutup mata,tutup telinga, kepala nunduk. Pas udah di suruh buka mata sama telinga, tiba tiba di depan panggung dan sekitar barisan kakak kakak taploknya menghilang digantikan kakak tingkat yang lebih tinggi jabatannya(lupa namanya hehe). Lalu buat yang pake pita dan merasa sakit disuruh memisahkan diri dan bikin barisan baru di belakang barisan kelompok. Udah itu, kita disuruh cek kelengkapan spek. Pertama , spek air wudhu, semua pada bawa kecuali yang ga sholat. Terus malah disuruh keluarin spek kue nastarnya lah, kaca spion, helm SNI,foto keluarga. Yang lain udah pada herankan kenapa malah spek yang ga disuruh yang disebutin kakaknya. Eh ternyata........ kakak kakak itu dari LSS(Lingkung Seni Sunda) yang udah ngerjain kita kita para maba, terus kita malah diajak senam pagi, pokoknya asik seru dan bikin semangat deh senamnya hahaha.
            Udah itu, kita kan punya tugas angkatan untuk bikin tulisan ‘#UntukIndonesia’ di Saraga. Nah kita siap siap nih buat nyelesaikan tugas tersebut. Kebetulan saya kan kelompok 130, jadi kebagian huruf n yang setelah o, setelah berbagai persiapan, sekitar setengah jam kita udah jadi deh tulisan itu, terus di lanjut body wave mulai dari tulisan #. Setelah beres, kakak kakak taplok memberikan perform yel-yelnya taplok sebagai apresiasi buat kita yang udah nyelesaikan tugas angkatan sebelum deadline (deadinenya tanggal 24). Kemudian kita lanjut mobilisasi menuju Sabuga (Sasana Budaya Ganesha) untuk mengikuti  defile Ohu dan seminar OSKM ITB 2013.
            Setelah pengondisian di Sabuga, defile OHU pun dimulai. Mulai dari unit rumpun agama, rumpun keilmuan,rumpun pendidikan, rumpun seni dan budaya, rumpun media,rumpun olahraga dan kesehatan. Unit rumpun agama : Keluarga Mahasiswa ITB,Keluarga Mahasiswa Katolik ITB, Keluarga Mahasiswa Buddha ITB, Keluarga Mahasiswa Hindu ITB, Persekutuan Mahasiswa Kristen ITB. Unit rumpun kelimuan: Share ITB, Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan ITB, Majalah Ganesha, Kelompok Studi Ekonomi dan Pasar Modal ITB, Institut Sosial Humaniora ITB, Harmoni Amal Titian Ilmu. Unit rumpun pendidikan: Kokesma ITB, Unit Robotika, U-green ITB, Techno Enterpreneur Club, Student English Forum ITB, Resimen Mahasiswa Mahawarman ITB, Pramuka ITB, Liga Film Mahasiswa ITB, Korps Sukarela PMI ITB, Genshiken, Amateur Radio Campus ITB, Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam ‘Ganesha’. Unit rumpun seni budayaini menyediakan macem macem budaya diberbagai daerah Indonesia dan juga ada unit PSM, Apres, ITB JAzz, Orchestra ITB, Marching Band Waditra ITB. Unit olahraga dan ksehatan juga da mecem macem, lengka deh pokoknya dari mulai basket same pencak silat juga ada disini. Nah perkenalan unit unitnya udah selesai. Banyak ya unit di ITB, sampe bingung mau milih yang mana hahaha.
                Sekitar pukul 11.30 maba dikondisikan untuk mentoring agama dan isshoma, buat maba muslim persiapan untuk solat jumat, maba muslim perempuannya makan dan kemudian solat dzuhur. Setelah solat dzuhur , mentoring  dimulai ,tapi saya tidak tahu apa yang disampaikan dari pementornya suaranya ga kedengeran (saya duduk paling ujung), mentoring berakhir sekitar 30 menit kemudian. Terus kita kembali ke sabuga di tempat duduk nya masing masing.
            Pukul 13.30 acara dimulai dengan perform dari Apres ITB kemudian dilanjutkan dengan menonton video tentang gimana cara daur ulang kertas jadi kertas yang layak pakai lagi. Terus dua perwakilan maba disuruh maju ke panggung untuk memberikan opininya masing masing tentang kegiatan OSKM ITB 2013 ini. Lalu kita nonton video tenntang pengenalan ITB Jatinangor. Ternyata ITB Jatinangor itu dua kali lipat lebih besar daripada ITB Ganesha (waaaw).
            Pukul 14.30 acara seminar OSKM pun dimulai (horeee!). Pembukaan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh hadirin. Kemudian, Sekertaris Jendral OSKM 2013, Kak Benito yang menjelaskan visi dan misi OSKM 2013 ini. Dilanjutkan dengan sambutan oleh Presiden KM ITB, Nyoman Anjani lalu sambutan dari Wakil Rektor bidang Akademik, Bapak Kadarsah Suryadi. Acara inti pun di mulai, sang moderator, Maria Selena adalah Putri Indonesia 2011.
            Pembicara pertama yaitu Bapak Gita Wijarwan selaku Menteri Perdagangan RI. Kali ini Bapak Gita memaparkan tentang keadaan ekonomi di Indonesia. Perekonomian Indonesia membutuhkan generasi yang mengerti apa yang diinginkan rakyat.  Perekonomian Indonesia menempati urutan ke-15 di dunia. Bangsa yang menghilangkan kearifan lokalnya sama saja menghilangkan jati diri bangsa tersebut. Intinya kita harus meng-Garuda-kan diri sendiri dan bangsa kita sendiri sehingga di kemudian hari kita bisa bersaing dengan pasar dunia. Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab tantangan zaman dan permintaan rakyatnya. Zaman sekarangkan permintaan masyarakat macem macem, oengen harga barang barang murahlah,pengen sembako muahlah, padahal sebenernya ga segampang itu langsung menurunkan harga harga. Quotes dari Bapak Gita nih "Jadilah Garuda-Garuda yang kreatif, terampil, berteknologi, yg punya semangat kebangsaan!"
            Pembicara kedua yaitu dari Wanadri. Wanadri adalah Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam bebas. Presentasi kali ini akan disampaikan oleh Indra Hidayat selaku presenter Wanadri yang bertema Cinta Tanah Air. Sebagaimana kitra ketahui, Indonesia itu negara yang luas dan terdiri dari sekitar 17.000 pula dan 34 provinsi. Karena Indonesia kita ini yang variatif ( ada gunung,sungai, laut,dll) maka kemungkinan terjadi bencana alamnya tinggi. Nah bagaimana kita menyikapi orientasi kia dalam menyikapi keadaan Indonesia ini?Caranya..... sadar diri, sadar lingkungan, dan sadar tujuan.
            Sekitar pukul 16.00 penyampaian materi oleh Ibu Tri Mumpuni, seorang pemberdaya listrik yg dianugrahi Ashden Awards 2012 dimulai. Untuk menjadi pemimpin perubahan bangsa ini menjadi lebih baik, kita sebagai calon pemimpin harus berintegritas dan berkompetensi. Kita harus memiliki pengetahuan dan perasaan sehingga dapat membaca keadaan Indonesia saat ini. Definisi ekonomi saat ini adalah semakin banyak pertumbuhan, semakin baik ekonomi. Definisi ini tidak benar karena seharudnya pertumbuhan itu terikat dan harus peduli dengan penduduk sekitar dan memikirkan aspek kemanusiaan. Ekonomi masa kini dijadikan alat untuk mencari keuntungan tanpa peduli kemanusiaan dan lingkungan. Karena sistem ekonomi saat ini tidak manusiawi. Solusi dari masalah ini adalah pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma investasi, pembatasan pertumbuhan usaha. Karena itu, seorang wirausaha sosial diharapkan untuk mencoba mengubah ekonomi menjadi lebih manusiawi.
            Pukul 16.30 kami para maba dikondisikan untuk sholat ashar berjamaah. Bagi yang tidak sholat tetap diam di bangku amsing masing dan tetap tertib. Pengkodisian kembali ke sabuga selesai sekitar pukul 17.30.
            Pemateri terakhir yaitu dari ketua Riset Indie, Kak Saska. Riset Indie adalah penelitian yang dilakukan di bidang sosial,ekonomi, dan media secara independent. Salah satu project dari riset indie ini adalah project Alinea. Ini adalah project animatronik pertama Indonesia loh!. Sebenernya animatronik itu mudah asal mau berkolaborasi dengan ahlinya dibidang masing- masing, oleh karena itu, kita selaku calon perubah bangsa tidak boleh arogan dan harus mau berkolaborasi dengan orang lain. Project selanjutnya adalah Angkot Day, ini adalah satu hari dimana angkot Kalapa-Dago nyaman, aman,bebas macet, dan gratis loh! Angkot Day direncanakannya tanggal 20 September 2013 bakal diadakan.
            Selanjutnya yaitu sesi tanya jawab! Berhubung waktunya terbatas jadi ya pertanyaannya juga dibatasin. Seminar OSKM 2013 kali ini sangat menambah wawasan, membuka pikiran,inspiratif, dan bermanfaat. Rugi deh yang ga ikutan seminar! :p
            Sekitar pukul 18.00 kita mulai pengkondisian solat magrib, bagi yang gak solat bisa langsung kumpul dengan kelompoknya di parkiran sabuga. Jadi mobilisasi ke kampus ITB nya per kelompok deh. Setelah sampai di ITB kita pulang ke rumah atau kosan masing masing dengan rasa capek yang terbayar oleh ilmu yang bermanfaat

Resume 23 Agustus 2013 (Dhiyaulhaq Azmi)


Hari Jumat ini adalah hari hampir terakhir OSKM ITB 2013, hari ini kami disuruh kumpul pagi-pagi sekali, jam 5.50 seperti saat hari pertama, hampir saja saya telat. Setelah sampai, saya melihat rombongan anak-anak beralmamater dan saya ikut ke barisan untuk mobilisasi ke lapangan saraga. Disana kami disuruh berkumpul dengan kelompok kami. Lalu setelah itu acara pertama dimulai, kami disuruh menutup mata dan telinga, saat komando dibuka diberikan, kemudian mereka menyuruh kami yang fisiknya lemah supaya keluar dari barisan, saya sedikit bingung maksudnya fisiknya lemah seperti apa, yang di pikiran saya mungkin yang sakit dan tidak kuat, tapi kemudian saat yang di atas panggung meneriakan “kalian jangan sok kuat” kemudian para cewek di kelompok saya keluar barisan semua kecuali saya... Saya jadi cukup takut juga, awalnya saya kira mau di push up, lalu komando diberikan kembali, kami disuruh untuk mengecek apakah kami membawa spek-spek kami atau tidak. Kemudian mereka tiba-tiba meneriakan spek-spek yang aneh yang jelas saja kami tidak disuruh membawa spek seperti itu, misal : Nastar (mungkin yang masih suasana lebaran pada bawa), Helm SNI (yang saya cukup heran orang yang membawa ini pasti sangat eyecatching karna ini bukan barang yang berukuran kecil), spion (spek yang akhirnya benar-benar memperlihatkan bahwa ini hanya sekedar tipuan), foto keluarga, dll. Ya saat diteriaki siapa yang bawa spion ya jelas saja saya sangat heran, kalau helm mungkin yaa masih bisa masuk logika lah dilihat dari fungsinya, tapi kalau spion, kenapa ngga bawa kaca biasa saja.. Nah akhirnya mereka membongkar marah-marah mereka yang hanya bertujuan untuk memancing emosi kami, lalu mereka menyuruh kami untuk menari.... Bisa dibilang kalau gerakan menari kali ini aneh-aneh, tapi berhubung mungkin itu gabungan dari tiap gerakan unik dari beberapa tarian yang pernah ditayangkan di tv, jadi ya..... Penggabungan yang aneh..... Tapi lucu sih haha... Setelah selesai kami disuruh berkumpul dan membentuk tulisan #UNTUK INDONESIA supaya bisa di foto dan di share, di post di Instagram dll :D
Akhirnya kegiatan di Saraga selesai, dan kami mobilisasi ke gedung Sabuga, disana kami dijelaskan tentang K3L yaitu keamanan, kesehatan, dan keselamatan lingkungan. Padahal masih pagi tapi entah kenapa saya sangat mengantuk, mungkin karena habis dijemur lama tadi... Nah pas acara selanjutnya, yaitu pengenalan unit saya langsung cenghar lagi (Indonya apa saya lupa ._. ) Karena saya cukup kepo juga, ya jelas semuanya pasti kepo sih, di ITB itu ada unit apa aja sihh gitu.. Sayangnya berhubung saya duduk di bawah dan menempati kursi baris ke 3 dari belakang jadi saya tidak bisa melihat apa-apa K saya hanya bisa mendengar apa yang MC bicarakan, dan slide-slide nya. Waktu menunjukan pukul 11 karena hari ini hari jumat, maka yang cowoknya jelas harus Jumatan (bagi umat muslim tentunya) jadi kami break solat + makan siang. Setelah itu kami kembali lagi ke gedung dan seminar dimulai.
Seminar kali ini di moderatori oleh Miss Indonesia 2011 yang dulunya anak ITB juga. Dan narasumber kali ini 4 orang yang membahas 4 topik berbeda.
Seminar pertama dari Pak Gita Wiryawan yang merupakan menteri perdagangan Indonesia. Beliau berkata “If you want it, you’ll get it. It depends on How much you want it. ” Isi dari seminar yang ia bicarakan adalah tentang cara memajukan Indonesia. Pemimpin dahulu sudah jelas pandangannya tentang Indonesia itu mau kemana, setiap pemimpin harus punya bungkusan, yang isinya adalah unsur demokrasi, kental dengan pemerataan dan pluralisme. Pluralisme itu sangat penting supaya Indonesia bisa maju. Pluralisme kali ini berbicara tentang memajukan potensi daerah. Lalu ada 4 cerminan yang harus diperhatikan juga, yaitu : kemahiran teknologi, kesinambungan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi. Akan tetapi, untuk melakukan hal-hal ini tentu selalu ada tantangan, salah satu tantangan yang paling berat adalah meningkatkan produktivitas kerja. Beliau berkata bahwa Indonesia harus meningkatkan produktivitas kerja masyarakatnya sampai kurang lebih 60%. Beliau pun berusaha untuk mencari solusi dari tantangan ini, yaitu dengan meningkatkan penanaman modal, industrialisasi, dan multiplikasi. Kita akan keluar dari cengkraman bila bisa berpluralisme, dan supaya Indonesia bisa menjadi bangsa yang makin besar. Nah mahasiswa pun harus bisa membantu mewujudkan Indonesia maju, karena mereka adalah produk pendidikan, dan produk pendidikan adalah senjata untuk bersaing. Kita sebagai mahasiswa harus melek teknologi dan peka terhadap budaya. Hal ini dapat dilakukan dengan persatuan. Begitulah paparan dari beliau.
Narasumber kedua yaitu dari anggota wanadri. Mereka menjelaskan tentang keindahan Indonesia, betapa kaya dan luasnya Indonesia, betapa hebatnya, dan betapa Indonesia itu unik dan berbeda dari negara-negara lain. Akan tetapi, ada yang dapat merusak keindahan ini, yaitu bencana. Nah karena itu kita harus cinta tanah air! Sadar diri, sadar lingkungan, sadar tujuan ! Itulah motto mereka.
Seminar ketiga kali ini membahas tentang Integritas dan Kompetensi Pemuda untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa. Integritas dan kompetensi ini harus punya pengetahuan (logika) serta perasaaan (empati) apabila salah satu tidak ada, misal kita berfikir berdasarkan logika tanpa empati, maka hasilnya adalah sebuah keegoisan, dan pada akhirnya hanya berusaha untuk berjuang demi kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Nah disini adalah tentang bagaimana membuat logika dan empati itu terus berhubungan, dan ini berhubungan dengan masalah ekonomi. Apabila berfikir tentang ekonomi berdasarkan logika dan tanpa empati, maka hasilnya adalah ekonomi yan tidak manusiawi. Ada beberapa solusi untuk menjadi manusiawi, diantaranya : Pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma Investasi, dan pembatasan pertumbuhan usaha. Paradigma Investasi ini membutuhkan keungan, teknologi, dan manajemen dan tentunya empati supaya komunitas lokal tidak menjadi miskin, dan kesejahteraan lokal tetap terjamin.
Seminar terakhir ini tentang riset yang dilakukan oleh seorang alumni ITB dari jurusan elektro, beliau berusaha untuk memajukan Indonesia dengan riset-riset serta hal-hal yang dia coba. Beberapa riset yang pernah dia lakukan adalah tentang Indie polaroid, animetronik, dan saat ini dia sedang berusaha untuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan angkot day. Disini ia seperti semacam aktivis sosial yang berusaha untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung ini.

Nah setelah selesai, ternyata waktu sudah menunjukan pukul 7, maka kami dimobilisasi kembali dan akhirnya pulang..